Reformasi Terus Melaju
Api terus melalap kota dan hutan.
Bayi-bayi terus dikabarkan dibuang sembarangan.
Demam berdarah terus meminta korban.
Aktivis-aktivis terus dikabarkan hilang.
Perusahaan-perusahaan besar terus dibingungkan utang.
Menteri-menteri terus bernegosiasi dengan para pemilik piutang.
Bank-bank terus deg-degan.
Petinggi-petinggi negeri terus berusaha meyakinkan.
Negara-negara donor terus mempertimbangkan bantuan.
Ibu-ibu rumah tangga terus mengeluhkan harga bahan-bahan.
Toko-toko yang pintunya tak pro reformasi
terus jadi sasaran penjarahan.
Korupsi, kolusi dan nepotisme terus menjadi pembicaraan.
Pengamat terus mengkritik dan mempertanyakan
pakar-pakar, terus berteori.
Mahasiswa terus berdemonstrasi
Abri terus berjaga-jaga.
Politisi-politisi terus memasang kuda-kuda.
Ulama dan umara terus beristighatsah dan berdoa.
Modal dan moral terus terkikis.
Sembako dan kepercayaan terus menipis.
Harga-harga terus naik.
Rupiah yang dicintai terus melemah
Orsospol-orsospol terus bengong.
Wakil-wakil rakyat terus tampak bloon.
Padahal Pak Harto sudah lengser keprabon.
Reformasi terus melaju.
  
Rembang - 1998
"Puisi: Reformasi Terus Melaju (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Reformasi Terus Melaju
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)

Post a Comment

loading...
 
Top