Syair Mata Bayi


Aku merindukan mata bayi
setelah aku dikhianati mata durjana.
Aku merindukan matahari
karena aku dikerumuni mata gelap.
Aku merindukan mata angin
karena aku disekap oleh mata merah saga.

Wahai, mata pisau!
Mata pisau di mana-mana.
Mata batin! Mata batin!
Hadirlah kamu!
Hadirlah kamu di saat yang rawan ini.
Wahai, mata batin!
Kedalaman yang tak terkira.
Keluasan yang tak terduga.
Harapan di tengah gebalau ancaman.
 

Cipayung Jaya
6 November 1998
"Puisi: Syair Mata Bayi (Karya: W.S. Rendra)"
Puisi: Syair Mata Bayi
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top