Macapatan Lemah Abang
Teratak Agung dalam Bayang

I
Sebuah nama
seruas sejarah
sekuntum kebenaran
jadi luka dan darah seorang Syeh
tersembunyi dan teramat dalam
di semenanjung dan Utara
bersaksi gunung
dan ladang jagung.

Lemah Abang teratak tua
sebentuk titik merah
di antara kehijauan
menyeruak berupa impian besar
tanpa hati nurani demi teknologi
ruh moyang bangkit dari gelap wingit
satu saat gunung ambyar langit pijar
jika ada hasrat yang ingkar.

II
Lemah Abang
teratak agung dalam bayang
kutuk purba sepanjang abad
sama-samar terdengar
suara Sang Guru
"sembahyanglah dengan hatimu
jangan sembahyang dengan lidahmu
lihat lembah dengan batinmu
jangan lihat dengan matamu
hitung bijak dengan nuranimu
jangan hitung dengan mesinmu"

Suara-suara terus merayap
lewati gigir gunung ke langit suwung
tanah Utara hijau alami bersenandung
meronce musim
membuahkan kehidupan
saudara-saudaraku
meraciknya dalam macapatan.

Bogor
April, 1995
"Puisi: Macapatan Lemah Abang (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Macapatan Lemah Abang
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top