Malioboro Sebuah Catatan

Menyusuri trotoar sepanjang siang
ketika Malioboro diwarnai lalu lalang
lebih baik melepas beban sementara
membiarkan hati terbuka
dan matahari mei menyiram cahaya
menikmati genggaman lelaki berwajah wayang
bicara tentang suka duka perjalanan diri
hidup padang terbuka dengan angin kembara
hidup etalase dengan lampu berwarna
hidup sajak pendek di piring hias
ketika sebuah ulang tahun napak tilas
Malioboro sukmaku yang uro-uro
Malioboro selembar mei asmorodono

Matahari makin meninggi
kudengar tanyanya berulang kali
apa lagi yang kau cari
kereta kuda melintas
bis kota bergegas.

Yogyakarta
Mei, 1994
"Puisi: Malioboro Sebuah Catatan (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Malioboro Sebuah Catatan
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top