Menghalau Angkara Murka

Irama semesta irama kehidupan
tiba-tiba hilang tatanan
lumat jentera waktu 
angka hilang makna
bilangan windu jadi lipatan
pelangi jadi satu warna
manakala tarian porak poranda
iringi langkah sang angkara murka.

Hitam berubah putih
dalam percik dalih-dalih
luka pun pedih
telah menyeru sang ibu kehidupan
memberi peringatan
doa dilantunkan ke udara
ditabur beras kuning dan bunga
tembang-tembang mengiringi
sang angkara murka hilang peduli.

Ketika waktu di puncak saat
ketika langkah di puncak batas
puncaknya panggung kehidupan
hokum karma berlakulah
pahala dan dosa dihitunglah
sang ibu kehidupan menghajarlah
menyingkirklah sang angkara murka!
segera kulahirkan sang jiwa merdeka!

Juni, 1998
"Puisi: Menghalau Angkara Murka (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Menghalau Angkara Murka
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top