loading...

Nuansa Wingit

I
Bulan sabit di langit Timur
bersaksi pada fajar
anak manusia berkidung
doa mengapung 
tanah jauh terasa sunyi
yang ada
hanya diri
dan Sang Pengasih Sejati
senantiasa mendengar
doa semakin mekar

II
Bulan mati di langit di langit Barat
jiwa mengusung doa sarat
sementara bunga dan sesaji
telah ditata rapi
malam mengalir nuju nadir
ada yang berkenan hadir
sama-sama bersaksi
pada tanah air ini
tentang luka dan air mata.

Mari hanyutkan segala duka
mari sembuhkan segala luka
mari sambut prasetiaku, bapa
ujung rambut telah digunting
di air bunga makna tersungging
seribu hari lusa tak 'kan garing.

Jakarta
April, 2000
"Puisi: Nuansa Wingit (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Nuansa Wingit
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top