Satu Matahariku Mataharimu

Satu matahariku mataharimu
yang paling awal dari yang tersembunyi
yang dinanti dalam baurnya suara-suara
yang tak jelas, yang mengambang, yang meninggi
satu! satu! Matahariku mataharimu.

Manakala berkas demi berkas cahaya putihnya
membangunkan daun-daun di ladang kecil
membangunkan rumput-rumput di pinggir 
kandang sapi malang
membangunkan keletihan kuli-kuli pelabuhan agar segera
bergulat kembali dengan hari, dengan debu, dengan angin
masuklah intro dan segera 
'nyanyikan matahariku mataharimu
jangan tersendat dan jangan terhenti aku berdiri di sisi
tetap cakrawala lantunkan suaramu sampai jauh di baliknya
angin-angin membantu nafasmu
elang, pipit, dan belalang saling terbang
melintasi bukit, ladang, mengejar jatuhnya suaramu
yang ternyata terus mengambang menuju matahari
satu matahariku mataharimu.

Jakarta, 1980
"Puisi: Satu Matahariku Mataharimu (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Satu Matahariku Mataharimu
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top