Seorang Perempuan Menatap
Reruntuhan Kota Terbakar

Eufrate dan Tigris yang legendaris
mengalir di kerut wajah
menjadi bayang-bayang sejarah
terbayang Karbala syahdu kota Syuhada
terbayang taman Babilonia
terbayang wajah Nebuchadnnezzar Sang kaisar
di langit Irak penuh bintang
pada suatu malam peringatan
hari jadi negeri hari kemerdekaan
betapa buram hari dan langit sekarang
badai-badai mengoyak usai
burung nazar berdawai-dawai
rindunya kepada ibu segala kemukjizatan
rindunya pada bunga segala prima
obsesiku membangun kembali kota ini
lewat tangan anak-anakku
jika kelak mereka telah jadi lelaki
dan asap terus mengepul
dan api terus berkobar
dan kota terus terbakar
dan doa terus mekar
pada-Mu yang Akbar.

Jakarta
Februari, 1991
"Puisi: Seorang Perempuan Menatap (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Seorang Perempuan Menatap
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top