loading...

Tembang Kemarau Rakit-Rakit Sungai Balangan

Menghilir hari-hari sepanjang sungai
menghilir perjalanan nasib di sisir pisang
susutnya sungai susutnya harap
mengendap-endap kemarau panjang
selalu berulang kembali tanpa keluh
pak Utuh tak pernah rapuh
menyusuri sungai balangan
dari halong menuju amuntai
rakit pisang milir-milir
diiringi angin kemarau semilir
menghilir hari-hari sepanjang sungai
antara Halong sampai Amuntai
anak musim dijaga musim
anak nasib dijaga nasib
pak tua ada di hulu
pak tua ada di hilir
pak tua ada di siang
pak tua ada di pagi
ditembangkan kemarau panjang
ditembangkan rakit-rakit mengambang
ditembangkan senyum isteri di sisir pisang
ditembangkan tanah merdeka tanah kelahiran.

Kekasih Allah orang-orang tak kenal lelah
diburu nasib tak kenal pasrah
kekasih Allah orang-orang sederhana
merdeka dan bencana dianyam sama-sama
tanpa dendam dan penyesalan
anak cucu dan kesetiaan memang ada di mana-mana
di sepanjang sungai
di bilah rakit
di pohon-pohon
di musim-musim
rakit-rakit milir tenang
pagi siang menawarkan keheningan.


Jakarta
1986
"Puisi: Tembang Kemarau Rakit-Rakit Sungai Balangan (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Tembang Kemarau Rakit-Rakit Sungai Balangan
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top