loading...

Yang Tak Pernah Hilang

Galau musim tak redam suaranya
hujan dan gempa tak hentikan langkahnya
ada orang-orang terkasih masih menanti
antara cemas dan mengerti
di putaran rembulan dan matahari.

Kota-kota terbakar
kota-kota dibangun kembali
pasrah pada sang pemberi hidup
bukan berarti ingkari janji
pada jiwa yang bersaksi
sementara musim semakin galau
ada yang selalu menatap ujung lorong
anjing-anjing melolong
lorong masih berujung kosong
tak tahu kapan diri menjadi 'wong'.

Kota semakin tua
musim semakin gaduh
ada yang tak pernah hilang
menjadi laras kata malam-malam
menjadi peluru windu-windu
dibalut cinta orang-orang sederhana.

Bogor
Juli, 2000
"Puisi: Yang Tak Pernah Hilang (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Yang Tak Pernah Hilang
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top