Yang Tak Pernah Sendiri

Yang berjalan tak pernah sendiri
yang bernyanyi tak pernah sendiri
wajah-wajah menata rajah di dadanya
tentang harapan-harapan yang sembunyi
tentang masa lalu yang tak semanis buah ceri
bahkan tentang sepiring nasi.

Matahari yang pijar melekat di dahinya
bulan merah mengeram di pusarnya
sepanjang kasih sayang pada yang lain
yang membuat hidupnya bukan lagi satu hal yang asing
tak sendiri telah ditambah belantaranya
tak sendiri telah bergumul dengan angin dan debunya
seribu langkah hari ini
dua ribu langkah hari esok
beribu langkah hari lusa
berjalan dengan setia
antara subuh - lohor - dan isya
tatapan batinnya bergelimang cinta.

Tak sendiri disyairkannya irekornakortu
dalam lagu kembaranya 
la-la-la-ra-ra-ra
fa-fa-fa-na-na-na.

Jakarta, 1979
"Puisi: Yang Tak Pernah Sendiri (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Yang Tak Pernah Sendiri
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top