loading...

Di Antara Pilar Jakarta

Siapa berkejaran
di antara bayang jembatan
sambil mengejek kota
tak lagi ramah pada manusia.

Siapa menembang
di antara galau pasar malam
sembari meneriaki rembulan
tak lagi bening menawan.

Siapa nyalakan unggun
di antara puing sisa kebakaran
sementara doa mengapung
di arusnya Ciliwung.

Siapa memanggili namaku
di antara angina dan debu
sementara kata-kata 'nuju muara
Jakarta gemetar di antara pilar.

Kaukah itu kaukah itu
saudaraku yang tersesat di arus
perubahan gerak waktu
kaukah itu kaukah itu.

Jakarta
Mei, 1997
"Puisi: Di Antara Pilar Jakarta (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Di Antara Pilar Jakarta
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top