Gumam Lelaki Berkafieh

Telah dibakarnya pohon-pohon penuh ulat
telah disapunya padang-padang penuh granat
sejarah panjang mimpi perdamaian
sementara perang sporadis masih sesekali.

Seharusnya tak lagi layar kaca yang bicara
mengabarkan segala tentang kita-alam yang dijanjikan
dengan perempuan-perempuan berahim suci
yang siap melahirkan anak-anak kami
seharusnya semua sudah sempurna
air mata dan darah luka telah terlalu lama
seharusnya hari ini damai sudah di sini.

Bogor, 1994
"Puisi: Gumam Lelaki Berkafieh (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Gumam Lelaki Berkafieh
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top