Pesan Seorang Veteran
Ketika Menjelang Ajal kepada Anak Lelakinya

Senapan lama sudah disandarkan
pinggir hutan dan ceruk lembah telah jadi sejarah
sahabat-sahabat mati muda
dengan nyanyian belati di hati
semua tak sempat kucatat
aku tak pernah berhenti perang oleh dendam berkarat
berdoalah untukku sewajarnya manakala
jiwaku telah melintasi pohon trembesi
tak perlu menyesali kepapaan hanya yang
sempat kuberikan
tak perlu mencoba mengurus belas kasihan
jalannya terlalu panjang
lebih panjang dari sejarah perjuangan
bapamu dan para sahabat
kau tak bisa bicara dekat dengan aparat
karna jiwamu burung yang merat
lebih baik kau jadi lelaki sederhana
bersahabat dengan wong suci
rembulan dan matahari.

1993
"Puisi: Pesan Seorang Veteran (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Pesan Seorang Veteran
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top