loading...

Tamu Malam


I
Jingga membayang
Dan langit lembayung
Tenteram dan lengang
Seluruh kampung.

Kian gelap dan sunyi
Bintang-bintang bekerdipan sama sendiri
Nafas malam berat dan sesak
Menekan dada, menindih pundak.

Angin semilir, lidah api
Pelita meliuk ngeri
Terbekam seluruh udara
Oleh ketakutan mati.

II
Sebelum terhanyut dalam mimpi
Sebelum terlayap dalam tidur
Selagi masih diamuk bimbang
Hati yang selalu sangsi
Tersadar oleh derap yang berat
Gegap dan mendekat.

Sebelum hanyut hati dalam mimpi
Sebelum hanyut hati ...
Terjaga dari takut-ketakutan
Oleh bayangan bencana
Kan tiba.

III
Lihat! Betapa terang malam
Seluruh kampung benderang
Karena kobaran api
Menjulang atap
Seperti Banaspati
Menelan rumah.

Dengar! Betapa pikuk suara
Tangis perempuan dan bayi
Teriakan dan ratapan
Antara hardik dan maki.

Dengar! Letusan-letusan menuli kuping
Dan teriak putus asa
Meratapi Tuhan dan suami
Menangisi anak dan rumah
Karena renggutan
Tangan jahanam.

IV
Cepat! Hindarkan diri
Dari mati dan api
Cepat! Tinggalkan pesta
Atas hasil kerja selama ini.

Lari! Lari turuni bukit
Lari! Seberangi jurang.

Dan tegalan penuh duri
Selamatkan jiwa, peras nafas
Laporan ke markas!

Terus! Terus lari
Meski enam pal lagi
Terus! Terus lari
Meski habis nafas.

Lari! Agar desa tertolong
Dan para manusia tak berhati
Kan ditumpas.

V
Terngah-ngah, lesu-lelah
Menghadap komandan jaga
Yang memandang bertanya
"Habis, habis ...
Tandas kampung
Ditelan api..."

"Berapa yang datang semuanya?
Berapa mereka bawa senjata?
Jam berapa mereka tiba?"

Terngah-ngah, lesu-lelah
Mana sempat menghitung menelaah
Karena mesti menyelamatkan nyawa.

"Mesti cepat sekarang juga
Bayar dendamku biar punah
Hajar dan kejar
Agar tentram desa"

"Tak bisa, karena jauh terlalu
Sedang truk tak ada..."

Terngah-ngah, lesu-lelah
Hapus-lampus segala harap
Karena truk tak sedia.

Terngah-ngah, lesu-lelah
Namun sia-sia kepercayaan
Terbakar sebuah desa.

Terngah-ngah, lesu dan lelah
Namun pengejaran besok saja
Siang benderang sinar mentari.
 
  
1958
"Puisi: Tamu Malam (Karya Ajip Rosidi)"
Puisi: Tamu Malam
Karya: Ajip Rosidi

Post a Comment

loading...
 
Top