Naik Bus di Jakarta
(untuk Clink)

Sopirnya sepuluh,
kernetnya sepuluh,
kondekturnya sepuluh,
pengawalnya sepuluh,
perampoknya sepuluh.
Penumpangnya satu, kurus,
dari tadi tidur melulu;
kusut matanya, kerut keningnya
seperti gambar peta yang ruwet sekali.
Sampai di terminal kondektur minta ongkos:
“Sialah, belum bayar sudah mati!”

1999
"Puisi: Naik Bus di Jakarta (Karya Joko Pinurbo)"
Puisi: Naik Bus di Jakarta
Karya: Joko Pinurbo

Post a Comment

loading...
 
Top