Kuda Nil

“Paman Kuda Nil, itu rahang paman bengkak ya?
Apa paman sedang sakit gigi sekarang?”

“Nak, kamu rupanya suka bercanda
Ini rahang paman memang aslinya begini
Perihal gigi paman keadaannya sehat-sehat saja
Rahang paman memang melebarnya ke setiap sisi”

“Paman Kuda Nil, cobalah paman bercerita
Tentang diri paman dan keluarga paman”

“Nak, Kuda Sungai sebenarnya nama asli paman
Di siang terik paman, bibik dan anak-anak berendam di air tawar
Di malam hari kami naik ke darat cari makanan
Yaitu rumput dan daunan yang segar-segar
Paman biasa berendam di sungai sampai tenggelam
Air tidak masuk karena lubang hidungku menutup sendirinya
Dan sering paman berjalan-jalan di dasarnya yang dalam
Enak dan dingin rasanya di bawah sana”

“Paman Kuda Nil, badan paman besar sekali
Berapa berat badan paman yang sebenarnya?”

“Kira-kira tiga ribu kilogram jika ditimbang
Tinggi paman satu setengah meter jika berdiri
Panjang paman tiga meterlah, lebih kurang
Tapi ekorku ini pendek sekali.”

“Paman, paman, coba ceritakan pada saya
Paman Kuda Nil berasal dari mana, sebenarnya?”

“Asal usulku dari Afrika secara asli
Dan kau dari mana ‘nak, yang banyak tanya ini?”

“Saya dari Indonesia, paman Kuda Nil yang baik hati,
Saya sedang belajar ilmu hayat yang saya gemari
Kalau paman Kuda Nil datang ke Indonesia
Silakan mampir kerumah saya.”

“Terima kasih ‘nak, terima kasih setulus hati
Memang ingin saya ke Indonesia itu, sekali-sekali.”


"Puisi Taufiq Ismail"
Puisi: Kuda Nil
Karya: Taufiq Ismail

Post a Comment

loading...
 
Top