Mei 1999
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Koruptor di Negeri Bisu

Di jalanan dan kantor pemerintahan
Di koran-koran dan televisi sepanjang hari
Aku saksikan parade koruptor tanpa henti
Aku saksikan rakyat mengais sisa korupsi
-; Karena hidup tak boleh berhenti

Koruptor adalah raja di negeri ini
Polisi tunduk pada koruptor
Hakim mengangguk-angguk pada koruptor
Petinggi partai kolega koruptor
Menteri-menteri melindungi koruptor
-; Presiden, Bapak Sang Koruptor

Inilah NKRI;
Negeri Korup Republik Indonesia
Rakyat marah persoalan biasa
Rakyat lapar, bukan urusan saya
Karena rakyat harus berdikari
Kalau tak ingin mati dalam inkubasi

“Kalian, rakyat seluruh negeri. Percuma sakit hati.
Bakar ban dan melompati pagar tinggi. Karena kalian,
berada di negeri bisu-tuli. Nikmati saja, karena rakyat
tak boleh memilih apa-apa.”

Ingat, 
Korupsi adalah panglima.

Jombang, 2012
"Cucuk Espe"
PuisiKoruptor di Negeri Bisu
Karya: Cucuk Espe

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Bubat di Luar Kakawin

Bukan rumput hijau sekarat di dataran lapang ini.
Kepada Prapanca tanyakan peristiwa yang terjadi.

"Binhad Nurrohmat"
PuisiBubat di Luar Kakawin
Karya: Binhad Nurrohmat

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Doa Pembuka

Hanya milik-Mu cahaya pagi hingga senja
dan rahasia kegelapan ketika malam tiba
pada Muhammad Kauanugerahkan kemuliaan
pada Sulaiman Kaulimpahkan keberadaan
Kau tunjukkan keindahanmu melalui Yusuf
dan cinta kasih-Mu melalui Isa
di hati kekasih-Mu sejati pun Kautanam
rahasia kemakrifatan.

Kaujadikan perut burung-burung
kenyang ketika petang
dan lapar kembali ketika pagi
hingga terdengar selalu kicaunya
menghiasi kelompok hari yang terjaga.

Kaujadikan bintang-bintang
selalu bertasbih pada-Mu
Kauciptakan pohon-pohonan
selalu berzikir pada-Mu
O, Allah, anugerahi aku kesetiaan
tanganku menjadi tangan-Mu
kakiku menjadi kaki-Mu
lidahku menjadi lidah-Mu
mataku menjadi mata-Mu
telingaku menjadi telinga-Mu
hatiku menjadi istana-Mu
: bumi dan langit tak mengandungku
tapi hamba berimanku mengandungku.

1989
"Ahmadun Yosi Herfanda"
Puisi: Doa Pembuka
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Nasib Sebuah Percakapan

Ada yang diam-diam menyandar pada dinding
saat waktu melampaui tengah malam
dan kanak bimbang di negeri mimpi.

Ada yang tergelincir ke kedalaman kabut
saat jalan-jalan mengejang dan kaku
dan batu-batu memasang butiran embun.

Ya! Ada pohon tanpa daun, ada bunga tanpa
kupu, dan ada-adaan tanpa ada, kata-kata
(gunung es di laut): mencair dalam diri - sendiri.

"Puisi Beni Setia"
Puisi: Nasib Sebuah Percakapan
Karya: Beni Setia
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Memo

Gajah mada menunggang kuda. Mengawal
Hayam Wuruk keliling desa. Dalam kalbu:
siapa yang paling agung dan kekal berkuasa?

1 Syawal 1428 H
"Puisi Beni Setia"
Puisi: Memo
Karya: Beni Setia