Nasib Sebuah Percakapan

Ada yang diam-diam menyandar pada dinding
saat waktu melampaui tengah malam
dan kanak bimbang di negeri mimpi.

Ada yang tergelincir ke kedalaman kabut
saat jalan-jalan mengejang dan kaku
dan batu-batu memasang butiran embun.

Ya! Ada pohon tanpa daun, ada bunga tanpa
kupu, dan ada-adaan tanpa ada, kata-kata
(gunung es di laut): mencair dalam diri - sendiri.

"Puisi Beni Setia"
Puisi: Nasib Sebuah Percakapan
Karya: Beni Setia

Post A Comment:

0 comments: