loading...

Mirat Muda, Chairil Muda
di pegunungan 1943

Dialah, Miratlah, ketika mereka rebah,
menatap lama ke dalam pandangnya
coba memisah mata yang menantang
yang satu tajam dan jujur yang sebelah.
Ketawa diadukannya giginya pada mulut Chairil;
dan bertanya: "Adakah, adakah
kau selalu mesra dan aku bagimu indah?"
Mirat raba urut Chairil, raba dada
Dan tahulah dia kini, bisa katakan
dan tunjukkan dengan pasti di mana
menghidup jiwa, menghembus nyawa
Liang jiwa-nyawa saling berganti.
Dia rapatkan...
Dirinya pada Chairil makin sehati;
hilang secepuh segan, hilang secepuh cemas
Hiduplah Mirat dan Chairil dengan dera,
menuntut tinggi tidak setapak berjarak
dengan mati.

1949
"Puisi: Mirat Muda, Chairil Muda (Karya Chairil Anwar)"
Puisi: Mirat Muda, Chairil Muda
Karya: Chairil Anwar

Post a Comment

loading...
 
Top