Bisnis

header ads

Puisi: Antara Tragedi dan Parodi (Karya Diah Hadaning)

Antara Tragedi dan Parodi

I
Dalam langkah mencari
antara dua gunung
orang-orang bingung
orang-orang yang mbilung
orang-orang yang limbung
menjadi ulat jedung.

Dalam suara ribut
antara kubu-kubu
orang-orang lupa
bening danau-Nya
teduh rembulan-Nya
hangat mentari-Nya.

Dalam sengit berebut
antara badai kemelut
orang-orang hilang pemahaman
yang gila itu waras
yang waras itu gila
sementara negeri bunga
disebut kini negeri prahara
di rumah-rumah orang berbantah
di jalan kota orang usung bara
menyalakan api di dada-dada.

II
Perempuan-perempuan elok
yang duduk tenang di rumah atap cendawan
intannya sebesar kenong
tapi jiwanya kosong
jadi tak beda
dengan si meong
saat kampung-kampung basah
dipenuhi garong
saat kebijaksanaan baru
tetap kirim saudara-saudaranya
ke tanah seberang
untuk menjadi ajang
liur-liur tak bertuan

Perempuan-perempuan elok
suaranya lenyap
didalam gedung anggun
perjuangan itu dimana
kalian sembunyikan
teriak parau mereka yang di jalanan.

Bogor
Maret, 2000
"Puisi: Antara Tragedi dan Parodi (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Antara Tragedi dan Parodi
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar