Imaji Seorang Pejalan Malam

Bulan cabik malam tadi
dalam tatap pejalan malam pemburu ilham
luruh menutup separo wajahnya yang keriput
membayangkan buih-buih hitam meleleh
menenggelamkan kota senantiasa bersolek
dalam bisnis pantai Kuta.

Bulan cabik malam tadi
tersangkut di pundak pejalan malam pemburu ilham
memberati langkahnya yang beringsut
membayangkan malam hitam anak istrinya
tanpa bulan di mesin tulis tanpa bulan di piring.

Jakarta, 1980
"Puisi: Imaji Seorang Pejalan Malam (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Imaji Seorang Pejalan Malam
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top