Bisnis

header ads

Puisi: Jakarta dalam Catatan (Karya Diah Hadaning)

Jakarta dalam Catatan

Musim mengirim angin
ke setiap sudut kota
selamat pagi Jakarta
dalam deru kereta
dalam gerung bus kota
dalam cepat langkah sepanjang trotoar plaza
dalam musim mengirim debu ke taman-taman
selamat siang Jakarta
dalam semangkuk mie pinggir jalan
dalam denting gitar pengamen Ardan
dalam mataku mulai rabun oleh perjalanan.

Jakarta kita saling menyatu
dalam nafas dalam langkah dalam gairah
Jakarta, kita saling mencari
makna jati diri makna kasih insani
Jakarta, perjalanan masih panjang
kita sudah kepalang

tahun-tahun muncul dan tenggelam
meninggalkan banyak beban
kita sama-sama penuh luka
sedang mencoba mengobatinya
lebih indah jika saling dekap
sambil hitung nuansa di tingkap-tingkap
memahami liku-liku perburuan di dalam rimba betonmu
melelahkan tapi tak ingin kutinggalkan
kita sama-sama berangkat tua digiring zaman
kita dalam persekutuan.

1988
"Puisi: Jakarta dalam Catatan (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Jakarta dalam Catatan
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar