Kabar Sepanjang Musim

Seorang anak berjalan di kaki ombak
memunguti buih-buihnya
menaburkan ke matahari
menjadi mimpi-mimpi
kampung pesisir tanpa lendir.

Seorang anak berjalan di matahari
memunguti pijar-pijarnya
menaburkan ke bumi
menjadi jarum-jarum
di mulut si emak yang melepuh.

Seorang anak tersedu sendiri
kehilangan buih dan matahari
dan kampung tiba-tiba sunyi
bapak emak tubuh telah penuh duri
pergi ke kota sendiri-sendiri.

Tahukah dia anak sahabat luka
kota penuh buih dan matahari
membuat orang tua pada mimpi
hari-hari terus mengalir
hitam putih merah ungu
dan angin mengabarkannya sepanjang musim.

Jakarta
Agustus, 1986
"Puisi: Kabar Sepanjang Musim (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Kabar Sepanjang Musim
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top