loading...

Perjalanan Laut

Dalam begini, meski bisa 'ku tebak kabut yang besok akan
meledak, renyai musim labuh akan menunggu kuncup bersujud dalam
kelopak.
Hai, camar-camar yang nakal, kenalkah kalian pada merpati
putih milik pertapa?
Bisik-bisik berangkat ke dalam gua, tapi gua itu sepi, ular-
ular pada bernyanyi menuju laut karena wangsit ternyata boneka
cantik yang berisikan bom waktu.
ketika kutulis sajak ini aku tersenyum sendiri karena gagal
meniru teriak gagak.
Lampu-lampu memainkan laut, malam memainkan api, jiwaku yang
berpancang bulan sabit kadang mengambang atas pasang dan
tenggelam dalam surut.

1978
"Puisi: Perjalanan Laut (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Perjalanan Laut
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top