loading...

Tapak-Tapak

Yang memijak dan berdetak
yang melonjak dan mendesak
ketipak-ketipak di malam retak
diceritakannya pada pejalan kaki yang kesepian
letih dan rindu pada sebuah terminal Tuhan
dibisikannya pada pemimpi yang kehilangan dini hari
nostalgia sehari-hari
ketipak-ketipak beriring sedak
malam kehilangan doa tersumbat dahak
siapa siapa malam itu mendengarnya
katakanlah
mati-cinta-duka Tuhanlah punya
katakanlah
aku-kamu-dia-mereka tak lain gema
ketika tapak tapak semakin letih berketipak.

Jakarta, 1979
"Puisi: Tapak-Tapak (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Tapak-Tapak
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top