loading...

Nyanyian Duniawi
Ketika bulan tidur di kasur tua
gadis itu kucumbu di kebun mangga.
Hatinya liar dan birahi
lapar dahaga ia injak dengan kakinya.
Di dalam kemelaratan kami berjamahan.
Di dalam remang-remang dan baying-bayang
menderu gairah pemberontakan kami.
Dan gelaknya yang angkuh
membuat hatiku gembira.

Di dalam bayangan pohon-pohon
tubuhnya bercahaya
bagaikan kijang kencana.
Susunya belum selesai tumbuh
bagai buah setengah matang.
Bau tubuhnya murni
bagaikan bau rumputan.
Kudekap ia
bagai kudekap hidup dan matiku.
Dan nafasnya yang cepat
ia bisikkan ke telingaku.
Betapa ia kagum
pada bianglala
yang muncul dari mata terpejam.

Maka para leluhur yang purba
muncul dari pusat kegelapan
datang mendekat
dengan pakaian compang-camping
dan mereka berjongkok
menonton kami.
 
 
"Puisi: Nyanyian Duniawi"
Puisi: Nyanyian Duniawi
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top