loading...
Pemandangan Senjakala


Senja yang basah meredakan hutan yang terbakar.
Kelelawar-kelelawar raksasa datang dari langit kelabu tua.
Bau mesiu di udara. Bau mayat. Bau kotoran kuda.
Sekelompok anjing liar
memakan beratus ribu tubuh manusia
yang mati dan yang setengah mati.
Dan di antara kayu-kayu hutan yang hangus
genangan darah menjadi satu danau.
Luas dan tenang. Agak jingga merahnya.
Dua puluh malaikat turun dari sorga
menyucikan yang sedang sekarat
tapi di bumi mereka disergap kelelawar-kelelawar raksasa
yang selalu memperkosa mereka.
Angin yang sejuk bertiup sepoi-sepoi basah
menggerakkan rambut mayat-mayat
membuat lingkaran-lingkaran di permukaan danau darah
dan menggairahkan syahwat para malaikat dan kelelawar.
Ya, saudara-saudaraku,
aku tahu inilah pemandangan yang memuaskan hatimu
kerna begitu asyik kau telah menciptakannya.

 
 
"Puisi: Pemandangan Senjakala"
Puisi: Pemandangan Senjakala
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top