Lelaki Tanah Rawa
Lelaki Rindu Nikmat Merdeka

Semak bakau hijau pekat
satwa bebas dari pukat
pernah selalu diracik jadi geguritan
sambil menyusuri garis matahari
nafasnya aroma tanah rawa
hasratnya angin semak
laut lepas ladang bebas
Kasih Allah ada di mana-mana.

Musim berlepasan dari almanak
hari-hari bertemperasan
kalung merjan lepas dari rangkaian.

Semak bakau hijau pekat
satwa bebas dari pukat
tak lagi bisa diracik geguritan
tanah rawa telah ditimbun rata
di atasnya telah tumbuh pohon-pohon baja
laut dan ladang bukan lagi milik Tuhan
tempat menghirup kemerdekaan
tempat menembang kasih sayang.

1993
"Puisi: Lelaki Tanah Rawa (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Lelaki Tanah Rawa
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top