Musim Labuh

Jatuh gerimis musim labuh
wahai, manis!
Pada wangi tanah siwalan
ada bau sendu menikam
kutatap sepi
paras ladang yang merangkum merah membasah
hanya seorang petani
menghayati hakekat sepi
di kaki bukit.

Ada nyanyi pilu bening
hasrat yang biru memburu wangi ke puncak bukit
cuaca dingin
mengabur bersama warna
rindu yang ungu.

Gerimis kembali jatuh
di sini, manis!
Ada hakekat baru tumbuh
yang kurengkuh.

1966
"Puisi: Musim Labuh (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Musim Labuh
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top