Percakapan dengan Hujan

Ada ritmis menepis-nepis kaca jendela
menyapa pagi dengan bahasanya sendiri
perempuan memang muara menjelang laut
segala tertampung awalnya hanyut
lalu kata-kata dan makna-makna
mengemas dirinya sendiri
memasang sayap-sayap untuk mengejar pelangi
ya, muara akulah itu
hujan semusim berkepanjangan
tak membuatku ragu nampung bebatu
hujan memahami dan terus menderas tanpa henti.

Bogor, 1995
"Puisi: Percakapan dengan Hujan (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Percakapan dengan Hujan
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top