Di Pemakaman

Kaukah yang menyapaku selamat pagi? Kita menundukan kepala
di depan kapal-kapal yang terdampar, elang yang lelah,
Angin berhenti. Aku pun membalasmu selamat pagi
dengan lirih
dan menundukkan kepala kembali. Kita tidak berhak tengadah ke
matahari,
kita hanya akan menyihir alam: matahari akan menjelma api,
bau kembang akan membusuk, suara burung akan menjelma terompet
dari lembah orang mati. Kita adalah tukang sihir, menunduklah,
kita tak berhak tengadah ke matahari.
Kini, saat ini, kau dan aku adalah orang-orang asing terkucil
dari alam. Kita bukan bagian dari suara dan warna,
dan mesti menunduk. Pengebara-pengembara tak dikenal,
dan tak juga mau mengerti. Selamat pagi, katamu.

1963
"Puisi: Di Pemakaman (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Di Pemakaman
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top