loading...
Orang Tua dan Pemain Gitar


Memberi jiwa pada tali-tali gitar
kesepuluh jarinya berbulu
bagai udara dalam sumur bergetar
simpanan pekik nestapa rindu.

Mata seorang kakek direbutnya
tertenung di depan dan bulan adalah tungku.
Bulan punya siapa,
jantung mereka atau waktu?

Pada getar tertinggi dan terakhir
napas langit atas air
apalagi yang bisa tersisa
kecuali pertukaran mata mereka!?

- Lagu itu tentang putri naik kuda
dan hati jenaka bagai padang belantara
bagaimana masuk di telinga bapak?

- Tidak tergelar di telapak tangan
tak ada yang kugenggam, tak ada yang kutahu.
Bagiku: Lagu itu telah membunuh waktu
dengan cara yang menyenangkan.
 
 
"Puisi: Orang Tua dan Pemain Gitar"
Puisi: Orang Tua dan Pemain Gitar
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top