Bisnis

header ads

Sajak Buat Arti (Karya Goenawan Mohamad)

Sajak Buat Arti


Semalam cemara laut
membaca peta pada pasir
dan beratus buih menyebut
entah siapa, seorang pasasir.

Paginya kapal-kapal siap
menyembunyikan tiang menggigil
pilihan-pilihan yang tak lengkap
dalam musim dan bintang labil.

Demikian itulah bermula
sebuah klise:
Seorang anak, yang berkata,
"Aku pergi ke sebuah sore."

Dan seperti semestinya
ia ke dermaga
dengan pantalon katun tua
meninggalkan ibunya.

"Kudengar, Ibu, layar beringsut
Kudengar garam berdesir
Kudengar palka menyusut
Kudengar hujan mengusir"

Adakah ia gentar?
Siapakah yang gentar?
Ibu itu tak hendak melambai
hanya tangisnya menatap lantai.

"Lihat, Bu, bayang-bayang
Lihatlah aku.
Sesuatu yang menghilang
ketika senja sampai ke pintu."

Esoknya tak tiba surat
karena ibu adalah menunggu
Kamar menatap. Cahaya berat.
Sebuah lampu. Sice tanpa tamu.

Cuma terdengar cemara laut
membaca cerita pada pasir
dan pantai yang melangut
melepaskan seorang pasasir.
 

1986
"Puisi: Sajak Buat Arti (Karya Goenawan Mohamad)"
Sajak Buat Arti
Karya: Goenawan Mohamad

Posting Komentar

0 Komentar