loading...

Catatan Aneh

Biasanya kulihat hadirmu di antara
kata-kata, berloncatan dari ujung ke ujung
sesekali terbalik-balik, sementara aku
coba memahaminya dengan susah payah
tapi sejak awal kemarau ini hadirmu
berubah-ubah, membuat imagi pecah-pecah.

Kau berdiri di beranda gedung sangat tinggi
'natap ke bawah seolah dalam benua mimpi yang asing
kau juga ada di gigir bukit cadas sangat terjal
amati rimbun dusun sisa peradaban
kau bahkan ada di pucuk menara sangat tua
penuh misteri sejarah tentang kekuasaan
wajahmu binar tatap mata pijar
manakala kulambai tangan gemetaran ke arahmu
terasa tenggorokan menyempit tiap kemarau datang
ditambah rasa ngungun dan dungu menatapmu
kau sedang apa saudaraku, tanyaku terbata
oleh endapan pahit getir kehidupan
kabarkan pada dunia, aku mau benahi sorga
yang porak poranda, sahutmu dengan suara gema.

Bahkan aku tak menghalangimu
aku sangat memahami sandi maksudmu
jika itu memang pilihanmu, kenapa ragu
tiba-tiba kau nampak melayang
cepat sekali dan makin cepat
'hunjam ke arah bumi.


Bogor
Juli, 2003
"Puisi: Catatan Aneh (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Catatan Aneh
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top