Sajak Lapar

Kudengar berulang
orang-orang senandungkan
laparnya sendiri
zaman terus berlari meninggalkan
yang menangis diam-diam di teritisan
: aku!

kudengar berulang
orang-orang menimpuki
laparnya sendiri
musim terus berganti membiarkan
yang tersakit mengenang Lemah Abang
: aku!

Lapar telah menjadi sebuah unikum
lapar telah mekar berkuntum
lapar telah menyerigala
lapar yang amuk
lapar yang murka
: Giri Mahkota!

Bogor
April, 1993
"Puisi: Sajak Lapar (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Sajak Lapar
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top