Kolam

Sewaktu berkaca di air bening kedamaian
di kolam jiwamu yang tenang dan sepi gelombang
kulihat betapa kumuhku, rupa debu di jalan
terbakar dan menggeliat

Kulihat wajahku bukan lagi wajahku
kulihat sebuah komposisi yang rumit dan berbelit
dengan garis-garis liar, warna-warna kusam
bertumpuk dan berjejalan

Sewaktu aku berdiri menatapmu, kekasihku
kulihat di matamu sebuah kolam kesalihan jiwa
aku ingin sejenak berteduh dari kehidupanku yang mendera
mencuci semua luka
dan belajar mencintai.

1981
"Puisi Acep Zamzam Noor"
Puisi: Kolam
Karya: Acep Zamzam Noor

Post a Comment

loading...
 
Top