Mei 2002
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Jembatan Semanggi Tadi Pagi

Sajakku kali tak bercerita apa-apa
Hanya main kata sekedar pelipur lara
Tentang aksi mahasiswa kemarin lusa
Atau polisi yang tersiram cairan kimia
Saling teriak seperti bar-bar lapar
Saling injak seperti manusia liar

Sajakku kali tak bercerita apa-apa
Habis makna di belukar cita-cita
Kelakar amuk marah menderah
Ketika nyala api berkobar
Ketika ban-ban terbakar
Ketika bebatu lincah terlontar
Ketika molotov berputar pendar
-; Keadilan di sini telah terlempar

Jika politisi menuhankan partai
Jika kyai ditinggalkan santri
Jika para menteri kehilangan visi
Jika presiden dibelit citra diri
-; Sesungguhnya sajakku telah mati

Terlipat sepi di kolong mimpi
Pelipur hati di penat demonstrasi
Di Jembatan Semanggi tadi pagi.

30/03/2012
"Cucuk Espe"
PuisiJembatan Semanggi Tadi Pagi
Karya: Cucuk Espe

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Di bawah Langit Malam
(Purworejo)

Kucium kening bulan
dalam sentuhan dingin angin malam
ayat-ayat tuhan pun tak pernah bosan
memutar planet-planet dalam keseimbangan
langit yang membentang
menenggelamkanku ke jagat dalam
kutemukan lagi ayat-ayat tuhan
inti segala kekuatan putaran
jagad yang menghampar
membawaku ke singgasana rahasia
pusat segala energi dan cahaya
membebaskan jiwa
dari penjara kefanaannya.

Kucium lagi kening bulan
engkau pun tersenyum
dalam penyerahan.

1983
"Ahmadun Yosi Herfanda"
PuisiDi bawah Langit Malam
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Surga Edisi Pagi

Lentik fajar kilas geretan Allah di kubah langit
sebelum mihrab ditandai dan semua malaikat
: tenggelam dalam shalat dan dzikir berkepanjangan
saat udara dipenuhi wangi khusuk: burung-burung
menyerukan pekik pertama persuaan dengan alam
- membuat nyala api abadi muncul di balik kelambu
tapi diam-diam ada yang membuka kotak rahasia
tempat segala keburukan mengecambah, tumbuh
dan buahnya segera matang dalam tenggang satu jam.

2009
"Puisi Beni Setia"
PuisiSurga Edisi Pagi
Karya: Beni Setia
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
The Wild West

Koruptor jalan berjingkat dari
rumah. Lari - sembunyi
persis. Setiap hari mengendap
dalam sihir accounting
: cermat melipat anggaran dan
belanja. Dengan berdasi
lantas menyelinap. Naik pesawat
: pindah - berganti warga
harus dikejar! Harus ditangkap
- langsung digantung (saja) - !

2015
"Puisi Beni Setia"
Puisi: The Wild West
Karya: Beni Setia
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Memo Bukit Bulan

Hanya ilalang mau mengering, pucuk
jari-jari yang tak bisa mengepal - dari
tulang-tulang terserak - tak dikuburkan
(jarang teringat sebab tidak bernama)

Diajak ingin-angin mencekik pemimpin
bang-pak, pengutil fee yang pura-pura
mendiskusikan hal belanja pembangunan
(setelah gaji naik & tunjangan ditambah)

Tapi tidak bisa beranjak - terjangkar tak
bisa menjangkau. Terbungkam - tak bisa
menyerukan perambahan gulma korupsi
(liar mengsiakar tanpa mengenal musim)


"Puisi Beni Setia"
Puisi: Memo Bukit Bulan
Karya: Beni Setia