loading...
Nyanyi Bunda yang Manis


Kalau putraku datang
ia datang bersama bulan
kerna warna jingga dan terang
adalah warna buah di badan.

Wahai, telor madu dan bulan!
Perut langit dapat sarapan!

Ia telah berjalan jauh sekali
dan kakinya tak henti-henti
menapak di bumi hatiku.
Ah, betapa jauh kembara burungku!

Sumber angin mana dicarinya?
Sainganku bunda yang mana?
Kuda jantan dengan kuku-kuku runcing ia!
Angin tak putus dahaga ia!

Putra-putra langit yang putih pun pergi kembara.
Dan lelaki selalu pergi ninggalkan Tanya.

Tanah yang dibajak dan diinjak adalah hati bunda
makin hari makin parah tapi makin subur ia.
Hati bunda adalah belantara yang rela terbuka.
Bagai bapaknya ia!
Pergi dan tak terduga.
Wahai, buah tubuh yang dulu kulahirkan
adalah sekapal duri yang manis dan jelita!
 
 
"Puisi: Nyanyi Bunda yang Manis"
Puisi: Nyanyi Bunda yang Manis
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top