loading...

Di Arafah


Terlentang aku
seenaknya dalam pelukan bukit-bukit
batu bertenda langit biru,
seorang anak entah
berkebangsaan apa
mengikuti anak mataku
dan dalam
isyarat bertanya-tanya
kapan Tuhan turun?
Aku tersenyum.
Setan mengira dapat mengendarai
matahari,
mengusik khusukku apa tak melihat
ratusan ribu hati putih
menggetarkan bibir,
melepas dzikir,
menjagamu
dari jutaan milyar malaikat
menyiramkan berkat.
Kulihat diriku
terapung-apung
dalam nikmat dan si anak
entah berkebangsaan apa
seperti melihat arak-arakan
karnaval menari-nari
dengan riangnya.

Terlentang aku
satu di antara jutaan tumpukan
dosa yang mencoba menindih,
akankah
kiranya bertahan dari banjir
air mata penyesalan
massal ini.

Gunung-gunung batu
menirukan tasbih kami,
pasir menghitung wirid kami
dan si anak
yang aku tak tahu
berkebangsaan apa
tertidur di pangkuanku
pulas sekali.
 
  
"Puisi: Di Arafah (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Di Arafah
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)

Post a Comment

loading...
 
Top