Abstraksi Gedung Agung

Di dalam gedung agung
suara-suara menjadi gaung
pamornya hilang menjadi mendung
tapi orang-orang yang pesolek
ekspresinya bak wayang golek
terus tertawa dan bertepuk
sementara
di jalanan
di tikungan
di bawah jembatan layang 

orang muda anak zaman
berhadapan
tameng dan pentungan
hardik dan senapan.

Angkasa ya sang bapa
saksi diam saksi luka
bumiku ya sang ibu
saksi diam saksi ngilu.

Di dalam gedung agung 
orang-orang berbangga mimbar 
palu mampu hapus
dosa-dosa zamannya
orang-orang di rumah ngurut dada
Gusti tunjukkan keadilan.

November, 1998
"Puisi: Abstraksi Gedung Agung (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Abstraksi Gedung Agung
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top