Bulaksumur Sebuah Catatan Oktober

Menyalami pagimu dalam semarak jingga, Yogya
kutemukan merjan-merjan pernah berserakan
manakala angin dan hujan
sembunyikan rekaan di tahun-tahun yang jauh
di antara wajah-wajah semringah
kutemukan wangimu dulu, Yogya
bincang pagi mengalir mencari muaranya.

Menyalami malammu dalam semarak rembulan, yogya
kutemukan kata-kata adalah kekayaan
dan perjalanan ke segala arah adalah hikmah
ada nada-nada di aula
dan ekspresi segala makna
saudara-saudaraku tengah membuat warna pada malam
menata mozaik bagi kehidupan.

Tawa siapa masih tertinggal di teras wisma kagama
sementara oktober kulipat perlahan
bersama bunga putih beruntaian
Yogya, sungai dan laut menyatu di muara.

Yogyakarta
Oktober, 1993
"Puisi: Bulaksumur Sebuah Catatan Oktober (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Bulaksumur Sebuah Catatan Oktober
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top