Dagang
Susahnya duduk berdagang
tiada tempat mengadukan duka
bundaku tuan selalu terpandang
hendak berjumpa apatah daya.

Terlihat-lihat Bunda merenung
rasa-rasa Bunda mengeluh
mengenangkan nasib tiada beruntung
luka penceraian tiadakan sembuh.

Bunda pun garing seorang diri
hati luka tiada berjampi
nangislah ibu mengenangkan kami
rasakan tiada berjumpa lagi.

Allah diseru memohonkan restu
moga kami janganlah piatu
aduh ibu, kemala hulu
bukankah langit tiada berpintu?

Sudahlah nasib tiada bertemu
sudahlah untung hendak piatu
bagaimana mengubah janji dahulu
sudah diikat di rahim ibu.

"Puisi: Dagang (Karya Amir Hamzah)"
Puisi: Dagang
Karya: Amir Hamzah

Post a Comment

loading...
 
Top