Menyimak Perempuan Belati

Menangkap senyum kemenangannya
dari tatap mata menyamping arah
menangkap seringai perlawanannya
dari senyum yang sanggup kuliti lelaki
saat senja menabir nampak ia menari
di pelataran berduri
ditantangnya matahari
diejeknya rembulan
ditusuknya gemintang
musim dan sejarah tidak bertuan
dengan pisau sakti bermata ganda 
diburunya para lelaki jahanam
'tuk menuntaskan dendam
menambah guratan
atau membakar simbol Adam.

Tak ada keramat dalam kata
tak ada rahasia di bawah mawar
lelaki yang hanya piawai rejam rahim suci
tak ada tempatnya lagi
belati itu terus bekerja
seiring lava pijar Merapi meleleh jiwa.

Cimanggis
2003-2004
"Puisi: Menyimak Perempuan Belati (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Menyimak Perempuan Belati
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top