Pada Sebuah Episoda

Manusia menghela sejarah
mengubahnya dari windu ke windu
mengkhianati sang waktu
diam-diam menanam benih dosa
ketika musim menebar anyir darah
keajaiban terjadi
negeri melati penuh suara lenguh sapi
mengantar lahirnya dajal-dajal
menarikan kepongahan
sambil menepis tembang rembulan
tak henti mencaci matahari
mengubah gereja dan mushola
menjadi ladang api.

Mereka tumbuh dan terus tumbuh
porak porandakan negeri melati
merabuki semak dendam
membakari sisa harapan
manakala yang lurus selalu dibengkokkan
dengan ciptakan pemahaman baru
yang menyuburkan pengkhianatan
kata-kata berlumur dosa
mengatasnamakan kebenaran
meluncur pada layar-layar kaca
membuat para kawula putus asa
menangisi sisa-sisa peradaban
yang tersangkut dalam impian urban.

Bogor
Agustus, 2000
"Puisi: Pada Sebuah Episoda (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Pada Sebuah Episoda
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top