loading...

Perempuan dan Anak Sang Waktu

Pagi,
perempuan menyisir serat kabut
setelah doa subuh dirunut
menghitung sisa bintang
harap sandar perahu mayang
di beranda ia
mengetuki dada
masihkah sisa detaknya
buat sambut anak waktu yang lelaki
yang datang di kelak hari.

Senja,
perempuan menyisir desau angin
pohonan pun malu pada akarnya 
mandang perempuan sungguh setia
menanti tak jemu sang putera
di bawah langit ia
nunggu magrib tiba
di celah azan selalu merupa
bayang-bayang anak lanang
cucu Adam tersayang.

Dulu, 
pernah berjani di musim padi
akan berbakti sampai mati
pada bunda bestari
sesudah lelah arungi samudera
berpacu dengan sang bagaskara.

Bogor
Februari, 2000
"Puisi: Perempuan dan Anak Sang Waktu (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Perempuan dan Anak Sang Waktu
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top