Sebuah Radio, Kumatikan
fragmen ke 22

Ada yang mengirim untukmu seuntai cinta: duka yang manis
menyelinap lewat lubang kunci jendela, atau desis yang ngilu,
atau entah apakah - segala warna kelabu yang pucat seperti mayat,
ada yang mengucapkan salam lewat detak jantungmu.

Kita masih bersidekap, rindu tua mengaliri darah keruh
yang mengalir lewat erangan dan teriakan tersangkut pejam mata,
lalu dengus kecil - aku mengusap keringat di lehermu.

Kubawa sekeranjang cinta yang kusut seperti daun-daun tua yang layu.
engkau biarkan ada yang menyusup, entah, mungkin lewat lubang kunci,
atau lewat dengusmu: senandung itu terdengar
sampai tengah malam, jendela-jendela kembali tertutup.
ada yang mengucapkan salam manis, dan segala omong kosong
di senggang waktu.

Magelang, 1999
"Puisi: Sebuah Radio, Kumatikan (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Sebuah Radio, Kumatikan
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top