Sinom Belanda
Bila matahari menempuh rute selatan
Daun-daun tak bisa bertahan
pada reranting
Tanah ini seperti tersingkir ke utara
ke dingin kata-kata yang menetas dari salju
Ada angin sonder angin sama saja
Sama tak tertebak
nasib esok dan lusa.

Daun-daun rontok tak sia-sia
Mereka akan menyisakan kisah
tentang letih, dan kasih bunga yang megah
Jarum jam sebentar membelah
tanah kering dan tanah basah.

Tapi mengapa hanya pohon-pohon yang terburu
atau berkemas untuk bisu
Padahal langit tak tampak bergegas
Meskipun telah raib daunan yang lepas.

Pada langit yang kertas, bumi yang kertas
Terukir cinta, kata-kata yang tak terbatas
Ranting-ranting akan berbisik kepada angin
Tentang bahana bersiut dua bulan lagi.

Namun angin adalah bisik-bisik itu sendiri
Di Woerden, Tuhan menjawab dengan bulu biri-biri.

"Puisi: Sinom Belanda (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Sinom Belanda
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top