loading...

Fotokopi Orang Ramai

Tak ada lagi yang merasa perlu meniru jadi hujan, 
kalau tak siapa pun perlu berbeda. Semua yang dilihat 
telah mengenakan mantel, payung, dan sepatu 
berlumpur. Segala yang besar telah tumbuh, meniadakan 
arti pada hujan yang turun.

Selalu seperti itu peristiwa berlalu melampaui saya, 
seperti menanam batu di depan pintu. Saya antar diri 
sendiri ke situ, di antara orang-orang ramai bergerak, 
mengisi dekor-dekor kota yang bukan miliknya. Melihat 
hari seperti etalase menyimpan lenganmu.

Setiap saat saya harus meyakini kembali di situ, setiap 
benda yang bergerak di sekitar saya: Meraba dinding, 
memukuli tiang listrik, dan mendengar dentang jam 
hanya untuk tahu: Di situ orang datang menuju dirinya 
sendiri, seperti menuju ke sebuah daerah yang telah 
lampau.

Saya orang ramai yang ditulis oleh peristiwa di situ, 
telah jadi bahasa yang menafsirkan dirinya kembali, 
ketika jalan raya menjemputnya pergi.

1987
"Afrizal Malna"
Puisi: Fotokopi Orang Ramai
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top