loading...

Sel

Beri aku sebatang rokok, sekilas
nyala korek api yang mengoyak
kelam. Sesaat sebelum segala sekarat

- Telah lama malam menempatkan
bayangan pada tubuh, ketika nafas
dijauhi tatap, telinga meraba-raba,
dan nyeri mengisi pendar kunang-kunang.

Angin di luar, kenangan di luar,
angan-angan di luar. Jadi lintah
melekat pada pintu bagai karat,
bagai lumut menyebar aroma amis merindu.

Beri aku jendela, beri aku bulan penuh
dan suara kanak main injaki bayangan
beri aku siang, sengat kilau matahari
dan suara adzan sebelum lahat kalian timbun.

: Katakan jam berapa sekarang? Apa
masih ada antrian minyak tanah dan
beras? Apa bendera kita belum koyak terbalik?

2008
"Puisi Beni Setia"
Puisi: Sel
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top